Traveloka PHK Karyawan Fokus AI: Ini Strategi Barunya

Farhan Rizky

Februari 12, 2026

2 menit baca
Min Read
Traveloka PHK Karyawan Fokus AI

Traveloka, startup penyedia layanan perjalanan online, belum lama ini mengambil langkah besar dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawan. Di saat yang sama, mereka gencar merekrut talenta di bidang artificial intelligence (AI). Keputusan ini bukan tanda industri pariwisata lesu, melainkan strategi perusahaan untuk efisiensi dan transformasi teknologi.

Menurut Indonesian Digital Empowering Community (Idiec), sektor online travel agent (OTA) justru sedang bangkit kembali. Jadi, penyesuaian di Traveloka ini lebih ke optimalisasi internal perusahaan. Ketua Umum Idiec, Tesar Sandikapura, menjelaskan kalau kebijakan ini menunjukkan Traveloka ingin membangun organisasi yang lebih ramping dan bisa beradaptasi cepat dengan teknologi AI dalam operasional dan pemasaran.

Lagi anget:  Anthropic Kritik Strategi OpenAI, Fokus Pertumbuhan Pendapatan

Tesar menegaskan, langkah ini bertujuan untuk efisiensi, bukan karena Traveloka kekurangan dana. Ini lebih ke arah menghindari pemborosan atau jumlah karyawan yang terlalu banyak dan kurang produktif. Prospek bisnis OTA masih sangat menjanjikan, apalagi dengan makin majunya strategi bisnis yang mengandalkan teknologi digital. Traveloka sadar mereka perlu perombakan besar di operasional, pemasaran, dan pengembangan teknologi sebagai bagian dari transformasi berbasis AI.

Ketika perombakan besar terjadi, pastinya ada PHK karena mereka sedang mengoptimalkan operasional dengan memanfaatkan teknologi AI. Efisiensi ini bertujuan membentuk struktur organisasi yang lebih ringkas tapi tetap agresif dalam inovasi teknologi. Fokus perusahaan sekarang adalah merekrut talenta berpengalaman di bidang AI, data, produk, dan engineering untuk memperkuat daya saing digital mereka.

Lagi anget:  Tiongkok Tingkatkan Zona Industri Teknologi Tinggi Xiong'an ke Tingkat Nasional

Manajemen Traveloka sendiri juga sudah memberikan klarifikasi terkait penyesuaian organisasi ini pada Rabu lalu. Mereka mengakui kalau keputusan ini tidak mudah dan berdampak pada beberapa karyawan. Namun, perusahaan menegaskan penyesuaian ini dilakukan supaya mereka tetap fokus pada pengguna dan investasi jangka panjang. Tujuannya agar perusahaan bisa terus tumbuh secara berkelanjutan dan memperkuat kapabilitas serta pemanfaatan teknologi di masa depan.

Meski ada PHK, Traveloka tetap membuka rekrutmen untuk posisi-posisi strategis. Posisi yang dicari berkaitan dengan pengembangan teknologi, terutama AI, data, produk, dan engineering, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Singapura dan China. Strategi ini menunjukkan pergeseran fokus Traveloka untuk memperkuat kemampuan digital dan ekspansi regional dengan mengandalkan talenta teknologi. Traveloka juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi karyawan yang terdampak dan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi. Model bisnis Traveloka ke depan diproyeksikan akan lebih efektif dan tersebar di berbagai wilayah, seperti Singapura, Malaysia, atau Jepang, dengan tim yang kecil namun berisi talenta berpengalaman.

Lagi anget:  MrBeast Akuisisi Aplikasi Keuangan Step untuk Generasi Z

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar