Mahasiswa Stanford Ciptakan Algoritma Kencan, Jadi Startup Baru

Raditya Pratama

Februari 16, 2026

3 menit baca
Min Read
Mahasiswa Stanford Ciptakan Algoritma Kencan, Jadi Startup Baru

Seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Stanford, Henry Weng, telah mengembangkan algoritma perjodohan bernama Date Drop yang kini menjadi dasar startup barunya, The Relationship Company. Aplikasi ini dirancang untuk membantu mahasiswa menemukan pasangan di tengah kekecewaan terhadap platform kencan daring tradisional. Diluncurkan musim gugur lalu, Date Drop telah digunakan oleh lebih dari 5.000 mahasiswa Stanford dan kini telah diperluas ke sepuluh kampus lain, termasuk MIT dan Princeton, dengan rencana ekspansi ke beberapa kota musim panas ini.

Weng menjelaskan bahwa Date Drop mencocokkan pengguna dengan calon pasangan seminggu sekali berdasarkan respons kuesioner yang mendalam. Pendekatan ini diklaim menghasilkan tingkat konversi menjadi kencan yang 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi kencan seperti Tinder. Alih-alih menggeser profil, Date Drop berupaya mengenal setiap individu secara mendalam untuk menemukan kecocokan yang kompatibel.

Lagi anget:  Penjualan CPU AMD Meningkat Signifikan di Tengah Kendala Intel

Awalnya, Weng tidak berniat menjadikan Date Drop sebagai startup. Namun, setelah seorang teman dekatnya bertemu pasangannya melalui Date Drop, ia menyadari potensi proyek ini lebih dari sekadar inisiatif kampus. Kini, The Relationship Company beroperasi sebagai “public benefit corporation”, sebuah jenis perusahaan yang secara hukum diwajibkan mempertimbangkan dampak sosial di samping keuntungan.

Weng telah berhasil mengumpulkan “beberapa juta” US$ dari sejumlah investor awal (angel investor). Investor tersebut termasuk Mark Pincus, pendiri Zynga dan salah satu investor awal Facebook yang juga pernah mengajar bisnis di Stanford. Selain itu, Andy Chen, mantan partner di Coatue, dan Elad Gil, investor awal Airbnb, Stripe, dan Pinterest, juga turut berinvestasi di The Relationship Company.

Visi jangka panjang The Relationship Company adalah memfasilitasi semua jenis hubungan yang bermakna, tidak hanya kencan, tetapi juga persahabatan, koneksi profesional, komunitas, dan acara. Weng menekankan bahwa model algoritmanya lebih berorientasi pada pembentukan koneksi jangka panjang, dengan 95% pengguna Date Drop menyatakan minat mereka pada hubungan serius.

Lagi anget:  Tukar Uang Baru Lebaran 2026 via PINTAR BI: Anti Ribet & Cepat!

Algoritma Date Drop memiliki dua elemen inti. Pertama, kuesioner yang dirancang untuk menangkap gambaran nyata seseorang melalui pertanyaan, respons terbuka, percakapan suara, dan data lain yang diberikan pengguna. Kedua, prediksi kompatibilitas yang dilatih menggunakan data dari kencan yang benar-benar berhasil di dunia nyata.

Weng, yang sedang menempuh gelar master ilmu komputer di Stanford, mengarahkan pendidikannya pada konsep ekonomi dan matematika perjodohan. Saat masih mahasiswa S1 di Stanford, ia bahkan menciptakan jurusan sendiri untuk mempelajari manusia, perjodohan, dan insentif. Ia meyakini bahwa perjodohan membentuk banyak aspek kehidupan, mulai dari pasangan hidup, teman, hingga pilihan perguruan tinggi dan perusahaan tempat bekerja.

Di luar pendidikan teknisnya, Weng menemukan kelas “Intro to Clown” sangat berguna dalam mempelajari manajemen startup. Menurutnya, prinsip utama badut adalah merayakan kegagalan, yang sangat relevan dengan perjalanan membangun produk yang penuh dengan kegagalan berulang dan keharusan untuk bangkit kembali.

Lagi anget:  Bos Chatgpt Sumbang Trump Jutaan Dolar

Saat ini, The Relationship Company memiliki dua karyawan selain Weng, serta 12 mahasiswa yang berperan sebagai duta kampus. Weng juga menerapkan filosofi hubungan dalam manajemen perusahaannya, dengan menawarkan tunjangan “hubungan” bulanan sebesar US$100 kepada karyawan. Tunjangan ini dapat digunakan untuk kencan, hadiah, pengalaman, atau apa pun yang membantu mereka memperdalam hubungan penting. Weng percaya bahwa hubungan adalah faktor terpenting dalam kehidupan seseorang, dan menghabiskan uang untuk orang lain dapat meningkatkan kebahagiaan.

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar