Perbedaan AMOLED vs IPS: Mana yang Pas Buat HP Barumu?

Maya Safira

Februari 18, 2026

4 menit baca
Min Read
Perbedaan AMOLED vs IPS

Memilih smartphone baru memang seru, tapi jangan cuma fokus ke prosesor atau kamera saja, ya. Jenis layar yang dipakai HP itu penting banget, lho! Soalnya, layar ini yang bakal kamu lihat setiap hari dan memengaruhi kenyamanan mata serta pengalaman visualmu. Nah, dua teknologi layar yang lagi hits dan sering banget dipakai adalah dan IPS. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang wajib kamu tahu sebelum memutuskan beli HP baru.

Yuk, kita bahas dari dasar teknologinya dulu. Layar AMOLED itu singkatan dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode. Kerennya, layar ini pakai material organik yang bisa memancarkan cahaya sendiri. Artinya, setiap piksel di layar AMOLED bisa menyala dan mati secara mandiri, tanpa perlu bantuan cahaya tambahan dari belakang. Beda banget sama layar IPS atau In-Plane Switching. Layar IPS ini kerjanya pakai kristal cair yang tugasnya mengatur arah cahaya dari lampu latar atau backlight. Jadi, layar IPS ini selalu butuh sumber cahaya tambahan di belakangnya biar bisa nampilin gambar. Perbedaan cara kerja inilah yang bikin layar AMOLED dan IPS punya ciri khas masing-masing, mulai dari tampilan warna, tingkat kecerahan, sampai efisiensi dayanya.

Sekarang, gimana kalau kita ngomongin kualitas gambar? Layar AMOLED jagonya dalam hal reproduksi warna. Warna yang dihasilkan itu biasanya terlihat lebih kaya, tajam, dan kontrasnya tinggi banget. Yang paling bikin terpukau, warna hitam di layar AMOLED itu benar-benar pekat, kayak mati total, karena pikselnya bisa mati sepenuhnya. Beda sama layar IPS. Warna hitam di IPS kadang masih kelihatan sedikit keabu-abuan, karena lampu latar di belakangnya itu selalu nyala, nggak bisa mati total.

Lagi anget:  HP Penuh Iklan Bikin Kesel? Ini Biang Kerok & Solusinya!

Tapi, jangan salah, layar juga punya keunggulan, terutama soal akurasi warna. Buat kamu yang suka editing foto atau desain yang butuh warna natural, IPS bisa jadi pilihan yang lebih pas. Oh iya, ada juga Super AMOLED yang tingkat kecerahannya lebih tinggi dan pantulan cahayanya rendah banget, sampai 80% lho! Jadi, enak banget dipakai di bawah sinar matahari langsung. Nggak heran kalau banyak HP flagship pakai layar AMOLED atau IPS versi premium biar pengalaman visualnya makin maksimal.

Salah satu hal yang sering jadi pertimbangan saat pilih HP adalah daya tahan baterai, kan? Nah, di sini layar AMOLED punya nilai plus. Karena setiap piksel di AMOLED bisa mati saat menampilkan warna hitam, energi yang dipakai jadi jauh lebih sedikit. Coba bayangkan, kalau kamu pakai dark mode atau tampilan gelap, banyak piksel yang mati, jadi baterai makin irit. Sebaliknya, layar IPS butuh daya lebih besar karena lampu latar di belakangnya harus terus menyala, meskipun layarnya lagi nampilin warna gelap.

Lagi anget:  Rusia Blokir WhatsApp, 100 Juta Pengguna Terdampak

Makanya, HP dengan layar AMOLED umumnya lebih hemat baterai, apalagi kalau kamu sering pakai dark mode. Bahkan, ada pengujian yang bilang kalau penghematan daya di layar AMOLED bisa sampai 10 kali lipat di kondisi tertentu. Ini cocok banget buat kamu yang pengen HP irit baterai tanpa ngorbanin kualitas tampilan.

Dari segi desain, layar AMOLED dan IPS juga beda jauh. Karena nggak punya lapisan backlight, layar AMOLED itu bisa dibikin lebih tipis dan fleksibel. Inilah kenapa kita sering lihat HP dengan layar melengkung, HP lipat yang keren, atau bahkan sensor sidik jari yang ada di bawah layar. Itu semua berkat teknologi AMOLED. Nah, kalau layar IPS, dia cenderung lebih tebal dan kaku karena memang butuh lapisan pencahayaan tambahan di belakangnya.

Makanya, HP dengan layar IPS biasanya punya desain yang lebih simpel, dan sensor sidik jarinya seringnya ditaruh di bagian belakang atau samping HP. Fleksibilitas AMOLED ini juga membuka banyak peluang inovasi desain di masa depan, terutama buat perangkat lipat atau layar transparan yang mungkin bakal kita lihat nanti.

Meskipun AMOLED punya banyak keunggulan, bukan berarti dia tanpa kekurangan, ya. Salah satu kelemahan yang sering disebut dari AMOLED adalah risiko burn-in. Burn-in ini tuh kayak munculnya bayangan permanen di layar kalau ada gambar statis yang ditampilin terlalu lama. Misalnya, kamu sering main game dengan tampilan antarmuka yang sama berjam-jam, atau nonton video dengan logo channel yang nggak gerak-gerak.

Lagi anget:  TikTok Perkuat Penemuan Lokal dengan Fitur "Local Feed"

Nah, di sini layar IPS lebih unggul karena dia lebih tahan terhadap masalah burn-in. Tapi, tenang aja, teknologi layar AMOLED modern sekarang udah canggih kok. Ada fitur kayak pixel shifting dan screen refresh yang membantu banget mengurangi risiko burn-in ini. Jadi, kamu nggak perlu terlalu khawatir lagi.

Jadi, pilih layar AMOLED atau IPS? Sebenarnya, pilihan ini balik lagi ke kebutuhan dan preferensi kamu. Kalau kamu cari tampilan visual yang memukau dengan warna super tajam, kontras tinggi, dan pengen HP yang lebih hemat daya, AMOLED jelas pilihan yang pas. Tapi, kalau kamu lebih mengutamakan layar yang lebih tahan banting dari burn-in, akurasi warna yang natural, dan harganya mungkin lebih terjangkau, IPS bisa jadi opsi yang oke banget. Intinya, kedua jenis layar ini sama-sama bagus, kok. Hanya saja, masing-masing punya keunggulan di aspek yang berbeda. Jadi, sesuaikan saja dengan gaya pakai dan prioritasmu, ya!

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar