WhatsApp Digugat Soal Keamanan Data, Rusia Ancam Blokir Total!

Farhan Rizky

Februari 19, 2026

3 menit baca
Min Read
WhatsApp Digugat Soal Keamanan Data, Rusia Ancam Blokir Total!

Aplikasi pesan instan lagi kena masalah besar nih, dari gugatan hukum soal keamanan data sampai ancaman blokir total dari Pemerintah Rusia. Semua ini muncul karena banyak yang ragu sama sistem keamanan enkripsi yang selama ini jadi andalan platform milik Meta tersebut.

Gugatan hukum ini diajukan oleh sekelompok pengguna dari berbagai negara seperti India, Brasil, dan Australia. Mereka resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di San Francisco pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Para penggugat menuduh , perusahaan induk WhatsApp, sudah menipu miliaran penggunanya.

Mereka bilang kalau sistem enkripsi end-to-end (E2EE) yang selama ini dijanjikan WhatsApp itu nggak berfungsi sempurna. Padahal, E2EE ini harusnya bikin pesan cuma bisa dibaca sama pengirim dan penerima aja, nggak ada pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri. Nah, para penggugat nuduh tim internal Meta masih punya kemampuan buat menyimpan dan menganalisis pesan-pesan pribadi pengguna. Kalau tuduhan ini benar, ini jelas jadi masalah besar buat privasi dan kepercayaan pengguna.

Lagi viral:  Harga Emas UBS & Galeri24 Kompak Naik, Cek Update Terbaru!

Menanggapi tuduhan serius ini, juru bicara WhatsApp, Andy Stone, langsung membantah keras. Menurutnya, klaim kalau pesan nggak terenkripsi itu sama sekali nggak masuk akal. Senada dengan Andy, Head of WhatsApp, Will Cathcart, juga menjelaskan kalau kunci enkripsi itu tetap tersimpan di perangkat masing-masing pengguna. Jadi, secara teknis, perusahaan nggak punya akses buat membuka atau membaca isi percakapan kita.

Polemik soal keamanan WhatsApp ini makin panas setelah beberapa tokoh penting ikut bersuara. Elon Musk, pemilik platform X, terang-terangan bilang kalau dia ragu sama keamanan WhatsApp. Nggak cuma itu, Pavel Durov, pendiri Telegram yang juga kompetitor WhatsApp, bahkan mengklaim kalau dia sudah menemukan beberapa celah serangan pada implementasi enkripsi aplikasi tersebut. Pernyataan dari figur-figur ini tentu bikin isu keamanan WhatsApp makin jadi sorotan.

Lagi viral:  Sewa Ponsel Meningkat di AS, Budaya Upgrade Memudar

Di sisi lain, Pemerintah Rusia juga mengambil langkah yang nggak kalah drastis. Mereka sudah mulai membatasi akses WhatsApp dan siap-siap buat ngeblokir total aplikasi ini buat ratusan juta penggunanya di sana. Serius banget kan? Sebagai gantinya, Rusia lagi gencar-gencarnya promosiin aplikasi lokal mereka yang namanya Max. Ini semacam super-app yang bahkan diwajibkan terpasang di semua perangkat baru yang dijual di Rusia sejak tahun 2025 lalu. Jadi, kayak dipaksa pindah ke aplikasi buatan sendiri gitu.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan kalau peluang layanan WhatsApp bisa pulih lagi di Rusia itu tergantung sepenuhnya pada Meta. WhatsApp harus patuh sama regulasi lokal, terutama soal kewajiban penyimpanan data pengguna di dalam wilayah Rusia. Menanggapi situasi ini, pihak WhatsApp menilai kebijakan Rusia itu sebagai langkah mundur yang bisa mengisolasi masyarakat dari sarana komunikasi privat yang aman. Mereka merasa kebijakan tersebut malah menghambat kebebasan berkomunikasi warga Rusia.

Lagi viral:  Jonny Greenwood Tuntut Musik Ditarik dari ‘Melania’, Universal Hadapi Masalah Hukum

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar