Ada kabar gede dari Microsoft! Phil Spencer, yang selama ini jadi CEO Microsoft Gaming, resmi pensiun dari jabatannya. Posisinya bakal diganti sama Asha Sharma, yang sebelumnya Presiden divisi CoreAI Microsoft. Gak cuma itu, Sarah Bond, Presiden Xbox saat ini, juga ikut cabut dari perusahaan. Perubahan besar ini diumumkan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, yang berharap Asha bisa bawa bisnis gaming mereka ke era pertumbuhan baru.
Satya Nadella bilang, dia yakin banget sama masa depan gaming dan perannya di ambisi konsumen Microsoft. Makanya, dia senang banget ngumumin kalau Asha Sharma bakal jadi Executive Vice President dan CEO Microsoft Gaming, lapor langsung ke dia. Nadella percaya, pengalaman Asha yang udah bantu bangun dan scale layanan buat miliaran orang di Instacart dan Meta bakal krusial banget buat bawa Xbox ke era pertumbuhan baru.
Phil Spencer sendiri juga ikutan ngasih komentar di X. Dia bilang excited banget buat Asha yang sekarang jadi CEO. Spencer yakin, Asha gabung sama tim yang isinya orang-orang bertalenta dan punya komitmen tinggi buat para gamer. Dia optimis, Asha bakal memperkuat fondasi yang udah dibangun dan bikin komunitas Xbox makin solid ke depannya. Oh ya, Matt Booty, kepala Xbox Game Studios, juga ikutan naik jabatan jadi Chief Content Officer dan bakal lapor ke Asha.
Sayangnya, Sarah Bond yang selama ini jadi salah satu muka publik Xbox dan sempat diprediksi bakal jadi penerus Spencer, memilih cabut dari Microsoft. Dia bilang mau “mulai babak baru” gitu, tapi belum ada statement resmi dari dia. FYI aja nih, Phil Spencer itu udah lama banget di Microsoft, gabung sejak 1988 dan udah ngurusin Xbox dari 2001. Dia baru jadi CEO Microsoft Gaming di tahun 2022.
Selama kepemimpinan Spencer, dia banyak ninggalin jejak penting buat Xbox. Yang paling diingat pasti penciptaan Game Pass, yang kayak “Netflix-nya game” itu, sama gelombang akuisisi studio gede-gedean dari 2018 sampai 2022. Contohnya ada Double Fine sampai yang paling heboh, beli Activision Blizzard King senilai $68,7 miliar. Tapi, meski udah punya banyak IP dan developer, Xbox masih agak keteteran bersaing sama Sony dan Nintendo di generasi konsol sekarang.
Nah, ini dia yang bikin posisi Asha Sharma jadi super menantang. Ibaratnya, dia kayak “mewarisi mobil rusak” yang butuh perbaikan total. Divisi gaming Microsoft baru aja ngalamin PHK massal, pendapatannya terus turun sepanjang 2025, dan mereka juga naikin harga konsol serta Game Pass Ultimate. Pasti PR banget buat Asha. Rencana awal yang dia sampaikan ke staf masih umum: lanjut bikin “game hebat”, “komitmen ulang” ke fans Xbox, dan “ciptain model bisnis serta cara main baru”. Kira-kira cukup gak ya buat balikin keadaan Xbox? Kita lihat aja nanti!









Tinggalkan komentar