Einstein AI: Bukan Bantu Nugas, Tapi Nugas Otomatis Sampai Beres!

Nabila Putri

Februari 24, 2026

3 menit baca
Min Read
Einstein AI companion

Ada gebrakan baru di dunia pendidikan, guys! Startup bernama companion.ai baru aja merilis alat AI canggih bernama . Bukan cuma bantu jawab soal atau kasih ide, Einstein ini bisa login langsung ke akun Canvas kamu, ngerjain semua tugas kuliah, dan bahkan ngumpulin secara otomatis. Ini bikin batas antara “bantuan AI” dan “AI yang ngerjain semua” jadi makin blur, dan tentu aja, memicu perdebatan sengit di kalangan pendidik.

Einstein dirancang buat jadi “kembaran digital” kamu di dunia maya. Menurut penciptanya, AI ini beroperasi layaknya komputer virtual sendiri. Jadi, dia bisa buka browser, menjelajahi halaman kelas, nonton video kuliah, baca PDF dan esai, nulis makalah, ngerjain kuis, sampai posting balasan di forum diskusi.

Kerennya lagi, setelah terhubung ke akun Canvas kamu, Einstein bakal mantau semua deadline tugas dan otomatis mengirimkan hasil kerjanya. Beda banget sama chatbot biasa yang cuma respons kalau kamu kasih perintah, Einstein ini kayak asisten pribadi yang jalan di belakang layar tanpa perlu banyak input dari kamu. “Siswa udah pakai AI. Kami cuma kasih versi yang lebih bagus,” kata Advait Paliwal, CEO Companion.

Lagi viral:  OpenAI Hentikan Akses Lima Model ChatGPT Lama, Termasuk GPT-4o

Einstein bekerja dengan terintegrasi ke Canvas, sistem manajemen pembelajaran yang populer banget di kampus dan sekolah. Dari sana, dia bisa meninjau materi kursus, mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan, dan menganalisis rekaman kuliah atau meringkas bacaan. Hasilnya? Dia bisa bikin tulisan yang sesuai banget sama persyaratan tugas, termasuk esai orisinal dengan kutipan lengkap dan postingan diskusi yang relevan. Ini berarti, kamu bisa daftar kursus online dan biarin Einstein yang handle sebagian besar, bahkan semua, tugasnya.

Teknologi di balik Einstein ini emang canggih banget, gabungan dari AI generatif, otomatisasi browser, dan agen otonom yang bisa melakukan berbagai tindakan kompleks atas nama penggunanya. Paliwal bahkan bilang, “Companion kami bukan chatbot biasa. Masing-masing punya akses ke komputer virtual lengkap dengan sistem file persisten dan akses internet, jadi mereka beneran bisa ngelakuin banyak hal atas nama kamu. Ini bikin ChatGPT kelihatan kayak mainan.”

Lagi viral:  ChatGPT Health: Fitur AI Kesehatan Terbaru, Pahami Batas Aman Pakainya!

Peluncuran Einstein ini datang di saat dunia pendidikan masih sibuk banget adaptasi sama penggunaan AI yang makin meluas. Sejak munculnya model bahasa canggih, para pendidik udah pusing mikirin gimana bedain bantuan AI yang sah sama kecurangan akademik. Kebanyakan kebijakan fokusnya apakah siswa pakai AI buat bantu nulis atau edit tugas, atau malah AI yang ngerjain semuanya. Nah, Einstein ini bikin obrolan itu makin rumit.

Kalau AI bisa login sebagai siswa dan ngerjain tugas secara mandiri, pertanyaannya jadi bukan lagi soal “bantuan”, tapi “penggantian”. Apakah alat ini pada dasarnya mengambil alih peran siswa sepenuhnya? Tapi, gak semua di dunia pendidikan langsung panik, kok. Nicholas DiMaggio, seorang mahasiswa PhD dan asisten pengajar di The University of Chicago Booth School of Business, justru melihat sisi positifnya.

Lagi viral:  ChatGPT Mulai Banyak Iklan? OpenAI Uji Coba

Menurut DiMaggio, metode pengajaran di Canvas emang udah punya celah buat kecurangan. Dia percaya, kehadiran Einstein ini bisa jadi hal bagus karena bakal “memaksa para pendidik buat mendesain ulang kelas supaya gak cuma ngandelin tugas virtual.” Ini bisa mendorong institusi buat lebih fokus pada kerja tatap muka, ujian lisan, atau pembelajaran berbasis proyek yang lebih interaktif. Jadi, tantangan besar buat sekolah-sekolah ke depan adalah memutuskan apakah akan melarang total alat seperti Einstein, mengintegrasikannya dengan pedoman ketat, atau malah memikirkan ulang cara mengukur pembelajaran di era AI ini.

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar