BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka dunia, bersiap meluncurkan mobil kei listrik pertamanya, BYD Racco, pada musim panas ini di Jepang. Kendaraan mini yang diklaim akan memulai “revolusi EV kecil” ini telah menarik perhatian luas, menjadi mobil kei pertama yang diproduksi oleh pabrikan di luar Jepang, menantang dominasi merek domestik seperti Honda dan Suzuki.
BYD Racco akan memasuki segmen mobil kei yang sangat populer di Jepang, di mana kendaraan kecil dan terjangkau ini menjadi pilihan utama untuk mobilitas perkotaan yang padat. Desainnya yang fungsional, tinggi, dan tegak menawarkan ruang interior yang mengejutkan dan praktis, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga, pasangan, dan berbagai kalangan.
Minicar listrik ini pertama kali diperkenalkan pada Japan Mobility Show tahun lalu dan dengan cepat mencuri perhatian. Menjelang peluncurannya, BYD telah membuka situs web khusus untuk Racco, mengungkapkan detail baru serta desain interiornya. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm, menjadikannya seukuran Honda N-Box, kendaraan terlaris di Jepang selama empat tahun berturut-turut.
Yang Buyi, direktur pengembangan kendaraan ringan BYD, menyatakan, “Saya ingin merancang ini menjadi mobil mini terbaik dari bentuknya.” Oleh karena itu, Racco menampilkan desain “Super Tall x Sliding Door” yang eksklusif untuk EV, sangat cocok untuk keluarga dengan anak-anak, pasangan menikah, pasangan muda, dan semua orang. Interiornya mengusung tema “estetika laut” BYD dengan desain bersih dan minimalis, dilengkapi sistem infotainment layar sentuh mengambang di tengah dan kluster pengemudi yang lebih kecil.
Dari segi performa, BYD Racco ditenagai oleh motor tunggal di depan dan baterai LFP 20 kWh dari FinDreams BYD. Mobil kei ini diperkirakan menawarkan jangkauan sekitar 180 km berdasarkan siklus WLTC.
Meskipun BYD belum mengumumkan harga resmi, Racco diperkirakan akan dibanderol mulai sekitar 2,5 juta yen (US$16.300) senilai Rp. 274.769.100. Harga ini menempatkannya sejajar dengan mobil kei listrik lain yang sudah ada di Jepang, seperti Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV.
Setelah peluncuran situs web barunya pada hari Selasa, mobil kei BYD ini dengan cepat menarik perhatian di media sosial. Banyak warganet menyatakan minat untuk menukar Honda N-Box mereka dengan Racco, sementara yang lain mencatat bahwa Racco “memiliki lebih banyak gebrakan dibandingkan model BYD lainnya.” Laporan sebelumnya dari Reuters pada Oktober lalu juga menyebutkan bahwa pejabat pemerintah dan pemimpin industri otomotif Jepang mengakui kedatangan BYD sebagai “panggilan bangun yang sangat dibutuhkan bagi produsen mobil Jepang yang selama ini fokus pada teknologi hibrida.”








Tinggalkan komentar