Siapa sangka, berburu emas fisik bisa sepanas war tiket konser? Sabtu, 14 Februari 2026, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan mendadak heboh karena fenomena ‘war’ emas yang bikin banyak orang rela antre sejak subuh. Antusiasme para pengunjung Jewellery Fair 2026 ini luar biasa banget, sampai bikin suasana riuh di lokasi, semua demi mendapatkan emas fisik yang kuotanya terbatas.
Semua kehebohan ini pertama kali terungkap dari unggahan viral di Threads oleh akun @slv_aprilingga. Postingan itu langsung jadi omongan banyak orang karena nunjukkin betapa sengitnya persaingan buat dapetin emas di acara tersebut. “Cuma bisa blg semangat paksu, war nya gila2an, bayak joki juga dr malem nungguin gilaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜,” tulis akun tersebut, menggambarkan perjuangan suaminya dan para pemburu emas lainnya. Video yang beredar pada hari itu juga memperlihatkan pemandangan yang bikin geleng-geleng: kerumunan pengunjung dengan lanyard merah udah padat banget di area pintu masuk JCC. Suasana di sana sempat tegang, lho. Ada aksi saling tunjuk dan teriakan dari para peserta yang udah nggak sabar pengen cepet-cepet masuk. Salah satu teriakan yang paling jelas kedengeran adalah, “Tarik, Pak,” yang bener-bener nunjukkin betapa mendesaknya situasi di depan pintu masuk waktu itu.
Jadi, apa sih yang bikin mereka rela segila itu? Kejadian ini berlangsung di perhelatan Jewellery Fair 2026 yang digelar di JCC Senayan. Acara ini memang jadi magnet buat para pencari emas fisik, tapi antusiasme yang kelewat tinggi ini justru memicu fenomena ‘war’ atau aksi berebut yang bener-bener nggak terduga. Bukan cuma harga emas yang lagi naik daun, tapi juga karena kuota harian yang disediakan panitia sangat terbatas. Bayangin aja, emas cuma tersedia buat 200 pengunjung pertama setiap harinya! Ini yang bikin persaingan jadi super ketat dan orang-orang rela melakukan apa aja biar bisa masuk daftar 200 orang beruntung itu.
Salah satu pengunjung yang ikut merasakan langsung ketegangan itu adalah Dodi, yang datang jauh-jauh dari Kalimalang, Jakarta Timur. Dia cerita kalau keriuhan itu udah mulai kerasa sekitar pukul 06.30 WIB, padahal pintu masuk belum dibuka secara resmi. “Belum dibuka kan pintu, jadi cuma suara-suara saja sih. Nggak sampai dorong-dorongan karena kan memang belum dibuka ya gitu. Nah, sekitar jam 08.00 WIB, baru ada panitia,” kata Dodi saat ditemui di lokasi. Untungnya, Dodi berhasil mengamankan nomor antrean 112, jadi dia termasuk dari 200 orang yang berhak membeli emas. Dia juga ngejelasin kalau ketatnya persaingan ini emang karena kuota harian yang bener-bener terbatas itu.
Saking desperate-nya, para pengunjung bahkan berinisiatif bikin daftar antrean mandiri mereka sendiri. “Ya tadi mungkin karena melihat kondisinya udah nggak kondusif ya dipakailah list yang kita buat tadi gitu. Tapi itu pun kan sebenarnya list di kita itu sudah 300-an,” tambah Dodi, nunjukkin kalau jumlah peminat jauh di atas kuota yang ada. Beruntung, meskipun sempat memanas, situasi di JCC Senayan perlahan mulai kondusif. Panitia dengan sigap mengatur alur masuk. Mereka menyediakan kursi di halaman depan pintu masuk dan memasang tali pembatas. Ini penting banget buat memastikan para pengunjung yang lagi nunggu giliran bisa mengantre dengan lebih rapi dan tertib, nggak kayak kerumunan di awal.
Kehebohan ‘war’ emas ini tentu aja langsung jadi topik hangat di kalangan warganet. Banyak yang penasaran dan ikut berkomentar di Threads. Ada yang cuma bisa bilang, “Apa ini? Rame rame,” kayak akun @mmulholland1808 yang kebingungan sama situasi tersebut. Tapi, nggak sedikit juga yang ngasih kritik atau saran. Misalnya, akun @nadiapoety yang heran, “Kenapa harus antam kak?? harganya lebih mahal, harga buyback juga sama kayak emas lain. Padahal ada ubs, galeri 24, lotus. Gag bisa berword2.” Komentar ini nunjukkin kalau ada pandangan lain tentang pilihan merek emas. Lalu, ada juga yang curhat kekesalannya, “Beli emas antam di antam nya langsung barang nya kosong. Beli sama perorangan jual antam. Malah di goreng harga nya. Minset tai namanya,” tulis akun @rahadianammar, menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan emas Antam langsung dari sumbernya dan praktik ‘goreng harga’ oleh pihak lain. Di sisi lain, ada juga warganet yang ngasih solusi praktis, “Kenapa ga daftar di web antrian Logam mulia saja? Daftar, pilih lokasi butik, Spot in, nanti muncul waktu pengambilannya…” saran akun @radyan_prasetyo, yang mungkin bisa jadi alternatif buat yang nggak mau ribet antre.









Tinggalkan komentar