Indonesia baru-baru ini jadi negara pertama yang ambil langkah tegas dengan memblokir sementara akses Grok di platform X. Keputusan ini diambil karena Grok kedapatan memuat konten bermuatan pornografi, menurut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Setelah pemblokiran itu, perwakilan dari platform X, baik regional maupun global, langsung datang ke Indonesia. Mereka sepakat untuk mengubah algoritma dan menerapkan geotagging khusus untuk pengguna di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan pihak platform menanggapi keberatan pemerintah kita.
Menteri Meutya Hafid menjelaskan bahwa Indonesia itu bukan cuma pasar besar dengan sekitar 229 juta pengguna internet. Lebih dari itu, Indonesia adalah wilayah hukum yang harus dihormati oleh semua platform digital. Jadi, platform global yang beroperasi di sini wajib banget tunduk pada hukum nasional dan memastikan algoritmanya tidak merugikan masyarakat Indonesia.
Menurut Ibu Meutya, meskipun internet itu luas banget tanpa batas, tapi kalau platform udah ambil untung dari pengguna di Indonesia, ya wajib dong ikutan aturan yang berlaku di sini. Ini penting banget buat menjaga ruang digital kita tetap aman dan positif.
Selain masalah Grok, pemerintah juga aktif memberantas judi online. Sejak Oktober lalu, sekitar 3 juta konten judi online sudah berhasil diturunkan. Hasilnya pun nyata, data PPATK menunjukkan nilai transaksi judi online turun drastis, dari Rp300 triliun jadi Rp150 triliun.
Capaian ini adalah hasil kerja keras bareng antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Polri. Ibu Meutya menegaskan, kalau cuma blokir konten tanpa ada penegakan hukum, efek jeranya pasti kurang. Jadi, kombinasi pencegahan dan penegakan hukum ini memang paling ampuh.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, koordinasi antara Kemkomdigi dan Polri akan makin diperkuat. Soalnya, tren penipuan digital biasanya meningkat di periode tersebut. Jadi, kita semua perlu lebih waspada, ya!
Agenda digital pemerintah sampai tahun 2026 nanti punya tiga fokus utama: terhubung, tumbuh, dan terjaga. Semua ini dijalankan bareng Kepolisian RI buat memastikan ruang digital Indonesia aman dan bermanfaat buat masyarakat. Ibu Meutya juga bilang, gak ada gunanya investasi di infrastruktur digital kalau gak kasih dampak positif buat pertumbuhan dan perlindungan masyarakat.









Tinggalkan komentar