Internet MyRepublic Gangguan 2 Minggu, Laporan Ditutup Sepihak!

Raditya Pratama

Februari 17, 2026

4 menit baca
Min Read
Internet MyRepublic Gangguan 2 Minggu

Seorang pelanggan MyRepublic bernama Felix di Jakarta Utara sedang menghadapi masalah serius dengan koneksi internetnya yang sudah bermasalah selama dua minggu penuh sejak akhir Januari 2026. Laporan yang ia ajukan melalui aplikasi MyRep justru ditutup secara sepihak oleh pihak MyRepublic tanpa ada perbaikan atau konfirmasi dari Felix, padahal internet sangat penting untuk pekerjaan WFH-nya.

Felix, yang sudah jadi pelanggan MyRepublic sejak Agustus 2025 dengan nomor pelanggan 3824918, mulai merasakan gangguan koneksi internet di rumahnya sejak akhir Januari 2026. Gangguan ini terus berlanjut hingga dua minggu lamanya, bikin akses internetnya tidak stabil atau bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Pastinya, kondisi ini sangat meresahkan, apalagi buat kita yang bergantung banget sama internet setiap hari.

Dua minggu tanpa internet yang bisa diandalkan itu lama banget, lho. Bisa jadi internetnya lemot parah, putus-putus terus, atau malah sinyalnya hilang total (Lost Of Signal/LOS). Apapun masalahnya, yang jelas ini bikin Felix kesulitan melakukan banyak hal yang butuh koneksi stabil.

Untuk mengatasi masalah ini, Felix langsung mengajukan laporan keluhan ke MyRepublic. Ia melakukannya lewat aplikasi mobile MyRep, sesuai prosedur yang biasanya ada. Tapi, yang bikin Felix kecewa berat adalah laporan itu tiba-tiba ditandai sebagai “selesai” oleh MyRepublic. Padahal, Felix belum kasih konfirmasi apa-apa, termasuk lewat pesan WhatsApp otomatis yang seharusnya jadi bagian dari proses penutupan laporan. Rasanya kayak masalahnya diabaikan gitu aja.

Lagi anget:  Pengguna XL Satu Makassar Ngeluh Jaringan Gangguan Tiap Hari!

Gangguan internet selama dua minggu ini jelas berdampak besar pada aktivitas Felix. Ia bilang kalau pekerjaannya itu WFH alias bekerja dari rumah. Bayangin aja, gimana mau ikut meeting online kalau koneksinya buffering terus, atau gimana caranya upload file penting kalau internetnya lambat banget? Ini jelas bikin produktivitasnya terganggu parah dan bisa jadi bikin deadline pekerjaannya terancam.

Felix merasa sangat dirugikan dengan situasi ini. Ia berharap banget ada tindakan nyata dari MyRepublic untuk segera memperbaiki koneksi internetnya. Selain itu, ia juga menuntut adanya kompensasi atas kerugian yang sudah ia alami selama dua minggu tanpa internet yang layak. Sebagai pelanggan yang sudah setia berlangganan selama setahun, Felix merasa berhak mendapatkan layanan yang baik dan respons yang cepat.

Lagi anget:  Komdigi Targetkan 100 Mbps! Internet Indonesia Bakal Ngebut

Sebagai penyedia layanan internet, MyRepublic seharusnya punya Standard Operating Procedures (SOP) dan Service Level Agreement (SLA) yang jelas buat menangani keluhan pelanggan. Ketika internet bermasalah dan mengganggu pekerjaan, kompensasi itu bukan cuma soal uang, tapi juga bentuk pengakuan atas ketidaknyamanan dan kerugian yang dialami pelanggan. Itu menunjukkan tanggung jawab penyedia layanan.

Sampai surat keluhan ini dibuat pada tanggal 17 Februari 2026, Felix masih terus berusaha menghubungi pihak MyRepublic. Ia masih menantikan itikad baik dan respons konkret dari penyedia layanan internet tersebut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Harapannya, MyRepublic bisa segera turun tangan dan memberikan solusi terbaik bagi pelanggannya yang sudah loyal.

Keluhan Felix ini ternyata bukan satu-satunya yang muncul terkait MyRepublic. Salah satu komentar dari pembaca lain bernama Jakob, bahkan bilang, “Provider itu lagi dah. Sudah memang provider lemot itu.” Ini nunjukkin kalau mungkin ada banyak pelanggan lain yang punya pengalaman serupa soal kualitas layanan MyRepublic, dan bikin Felix merasa tidak sendirian.

Lagi anget:  Mahasiswa Stanford Ciptakan Algoritma Kencan, Jadi Startup Baru

Situasi yang dialami Felix ini juga menyoroti pentingnya penanganan keluhan pelanggan yang efektif dan transparan. Saat laporan ditutup sepihak tanpa masalahnya selesai, itu bisa bikin pelanggan hilang kepercayaan dan frustrasi banget. Komunikasi yang jelas dan tindakan yang cepat itu kunci buat menjaga kepuasan pelanggan, apalagi di era digital kayak sekarang.

Undang-Undang Perlindungan Konsumen, khususnya Pasal 4 d, menjamin hak kita sebagai konsumen untuk didengar pendapat dan keluhannya. Ini berarti Felix punya hak penuh buat menyampaikan keluhannya dan mendapatkan respons yang layak dari MyRepublic. Kejadian ini jadi pengingat bahwa konsumen punya hak untuk mendapatkan layanan sesuai janji dan kompensasi jika ada kerugian.

Intinya, Felix berharap MyRepublic bisa lebih serius menangani keluhannya. Bukan cuma soal perbaikan teknis, tapi juga soal kompensasi dan transparansi dalam proses penanganan laporan. Semua pelanggan tentu ingin koneksi internet yang stabil dan layanan pelanggan yang responsif, apalagi internet sudah jadi kebutuhan primer di kehidupan kita sehari-hari.

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar