Apple dikabarkan akan menghadirkan iPhone 18 Pro Max dengan daya tahan baterai lebih dari 40 jam penggunaan berkelanjutan, sebuah peningkatan signifikan dari iPhone 17 Pro Max yang memiliki daya tahan 39 jam. Peningkatan ini disebut-sebut mampu mengatasi kekhawatiran pengguna akan baterai yang cepat habis, terutama dalam situasi kritis seperti saat bepergian. Alih-alih mengandalkan kapasitas baterai yang masif seperti pesaing, Apple memilih pendekatan peningkatan efisiensi melalui rekayasa internal yang presisi.
Menurut pembocor rantai pasok Digital Chat Station, iPhone 18 Pro Max akan dibekali baterai berkapasitas 5.000–5.200 mAh, tergantung wilayah pemasaran. Angka ini hanya menunjukkan peningkatan kapasitas sekitar 2–3% dibandingkan model sebelumnya. Pendekatan ini kontras dengan beberapa kompetitor, seperti OnePlus 15, yang menawarkan baterai hingga 7.300 mAh.
Inovasi utama terletak pada efisiensi komponen internal. Chip A20 Pro yang dirancang dengan arsitektur 2 nm diklaim mampu memberikan efisiensi energi 30% lebih baik. Selain itu, modem C2 kustom dari Apple juga berperan penting dalam mengurangi konsumsi daya seluler secara signifikan, berkontribusi pada daya tahan baterai yang lebih lama.
Peningkatan kapasitas baterai yang sedikit lebih besar ini akan membuat iPhone 18 Pro Max memiliki bobot 240 gram, sedikit lebih berat dari model saat ini yang 233 gram. Dengan daya tahan lebih dari 40 jam, perangkat ini secara realistis dapat digunakan selama dua hari penuh dalam pola penggunaan tipikal, seperti menonton Netflix saat bepergian atau melakukan panggilan video sepanjang hari, dan masih menyisakan daya di pagi hari berikutnya.
Peningkatan ini membangun fondasi yang sudah kuat, mengingat iPhone 16 telah mendominasi pengujian baterai CNET di antara 34 perangkat pesaing. Apple memilih strategi penyempurnaan (refinement) daripada revolusi (revolution) di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Perusahaan ini bertaruh bahwa rekayasa cerdas lebih unggul daripada sekadar peningkatan kapasitas baterai secara masif.
Untuk menjaga kinerja chip 2 nm yang padat, manajemen termal bilik uap (vapor chamber) yang diperkenalkan pada iPhone 17 Pro akan tetap digunakan. Teknologi ini membantu menjaga suhu perangkat agar tidak terjadi pembatasan kinerja akibat panas (thermal throttling). Keputusan untuk beralih ke iPhone 18 Pro Max atau tetap menggunakan iPhone 17 Pro Max yang sudah sangat baik akan bergantung pada seberapa penting tambahan satu jam penggunaan harian bagi alur kerja pengguna, serta toleransi terhadap bobot 7 gram tambahan.








Tinggalkan komentar