Truk Tanpa Sopir Aurora Pecahkan Rekor Jarak 1.600 Km Tanpa Henti

Farhan Rizky

Februari 15, 2026

3 menit baca
Min Read
Truk Tanpa Sopir Aurora Pecahkan Rekor Jarak 1.600 Km Tanpa Henti

Aurora, perusahaan teknologi kendaraan otonom, berhasil mencapai terobosan signifikan dalam logistik mandiri. Sebuah truk tanpa sopir milik Aurora menyelesaikan koridor sepanjang 1.000 mil (sekitar 1.600 kilometer) dari Fort Worth ke Phoenix, Amerika Serikat, dalam waktu sekitar 15 jam tanpa henti. Pencapaian ini secara fisik tidak mungkin dilakukan oleh pengemudi manusia karena terikat peraturan ketat.

Terobosan ini menandai momen penting di mana truk otonom melampaui kemampuan manusia. Pengemudi manusia dihadapkan pada peraturan jam kerja federal yang membatasi mereka maksimal 11 jam waktu berkendara, dengan istirahat wajib 30 menit setiap delapan jam. Dengan kemampuan bekerja tanpa henti, sistem otonom Aurora dapat memangkas waktu transit secara signifikan, bahkan hingga separuh.

Chris Urmson, CEO Aurora, menggambarkan pencapaian ini sebagai “fajar masa depan super-manusia untuk angkutan barang.” Baginya, hal ini bukan sekadar kemajuan bertahap, melainkan lompatan besar yang akan mengubah lanskap logistik.

Lagi anget:  iPhone 18 Pro Diramal Anti Naik Harga, Apple Punya Trik Rahasia!

Di samping efisiensi, Aurora juga menunjukkan rekor keselamatan yang mengesankan. Perusahaan melaporkan nol tabrakan di seluruh 250.000 mil (sekitar 402.336 kilometer) perjalanan tanpa sopir. Statistik industri menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan truk komersial jauh lebih tinggi dibandingkan catatan sempurna Aurora ini, yang menunjukkan hasil yang benar-benar impresif.

Dengan rilis perangkat lunak keempatnya sejak meluncurkan operasi komersial pada April 2025, Aurora telah melipatgandakan jaringan rute tanpa sopirnya menjadi sepuluh koridor. Perluasan jangkauan ini menciptakan “jaring angkutan barang Sun Belt” yang strategis.

Jaringan baru ini sudah dimanfaatkan oleh pelanggan besar dalam industri logistik, termasuk Hirschbach, Uber Freight, Werner, dan FedEx. Ini menunjukkan bahwa teknologi Aurora telah mendapatkan kepercayaan dari pemain kunci di pasar.

Lagi anget:  Tiongkok Tingkatkan Zona Industri Teknologi Tinggi Xiong'an ke Tingkat Nasional

Dari sisi keuangan, Aurora mencatat pendapatan disesuaikan sebesar US$4 juta pada tahun 2025, meskipun diiringi kerugian bersih US$816 juta. Namun, berbeda dengan beberapa perusahaan kendaraan otonom lainnya yang masih membakar uang untuk janji-janji, Aurora telah memiliki pelanggan berbayar dan armada yang beroperasi.

Saat ini, Aurora mengoperasikan 30 truk, dengan 10 di antaranya sepenuhnya tanpa sopir. Perusahaan berencana untuk memperluas armada ini secara signifikan, menargetkan lebih dari 200 truk pada akhir tahun ini.

Indikasi kuat akan tingginya permintaan terhadap layanan Aurora terlihat dari fakta bahwa kapasitas kuartal ketiga (Q3) 2026 sudah habis dipesan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan melebihi pasokan yang tersedia saat ini.

Lagi anget:  Indonesia Blokir Grok X: Indonesia negara pertama!

Ketika sistem otonom dapat bekerja sepanjang waktu tanpa henti, sementara pengemudi manusia membutuhkan istirahat wajib yang diatur secara federal, perhitungan produktivitas menjadi sangat menarik. Ini mendorong operator besar untuk menginvestasikan dana nyata dalam teknologi ini.

Aurora tampaknya berada pada titik infleksi di mana teknologi futuristik bertransformasi menjadi infrastruktur penting. Situasi ini mirip dengan taruhan awal Netflix pada layanan streaming atau waktu yang tepat dari Tesla dengan kendaraan listriknya. Pertanyaan yang muncul kini bukan apakah logistik super-manusia akan mendominasi angkutan barang, melainkan apakah Aurora dapat mempertahankan keunggulannya seiring dengan skala industri.

Tinggalkan komentar

Related Post

Tinggalkan komentar