Dunia teknologi lagi heboh nih! Sebuah startup AI dari China, Zhipu AI, baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan terbarunya, GLM-5. Yang bikin kaget, model open-source ini diklaim punya kemampuan pemrograman yang jauh lebih canggih dan bahkan berhasil mengalahkan performa Google Gemini 3 Pro di beberapa pengujian. Ini jadi bukti nyata kalau persaingan AI makin panas, apalagi di tengah dorongan China untuk mandiri soal teknologi chip.
GLM-5 ini bukan main-main, lho. Dalam berbagai uji tolok ukur, performanya disebut-sebut sudah mendekati model AI kelas atas seperti Claude Opus 4.5 dari Anthropic. Keunggulannya ada pada kemampuan pemrograman yang mumpuni dan bisa menjalankan tugas agen AI multi-langkah dalam waktu lama secara mandiri.
Yang menarik, Zhipu AI mengembangkan GLM-5 ini menggunakan chip buatan dalam negeri. Mereka pakai chip Ascend dari Huawei, serta produk dari Moore Threads, Cambricon, dan Kunlunxin. Langkah ini sejalan banget dengan ambisi Beijing untuk bisa mandiri dalam produksi semikonduktor, apalagi setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan ekspor chip canggih ke China. Kabar lainnya Bos Chatgpt Sumbang Trump Jutaan Dolar.
Peluncuran GLM-5 ini juga bukan satu-satunya yang bikin geger. Ini terjadi di tengah “tsunami” rilis model AI baru dari berbagai perusahaan teknologi China menjelang Tahun Baru Imlek. Ada MiniMax yang juga merilis model open-source M2.5, ByteDance dengan model pembuat video Seedance 2.0 yang viral, sampai Kuaishou yang memperkenalkan Kling 3.0. Baca juga kabar terbaru Indonesia Blokir Grok X: Indonesia negara pertama!.
Zhipu dan MiniMax sendiri sering disebut sebagai bagian dari kelompok “macan AI” China. Mereka adalah startup-startup AI yang digadang-gadang jadi penantang serius Amerika Serikat dalam mengembangkan teknologi AI mutakhir. Bahkan, keduanya baru saja melantai di Bursa Efek Hong Kong, dan sahamnya langsung melonjak tinggi berkat optimisme investor terhadap ledakan AI di China.
GLM-5 ini sebenarnya adalah kelanjutan dari pembaruan model-model sebelumnya, yaitu versi 4.7 yang rilis bulan lalu dan versi 4.6 di bulan September. Model terbaru ini juga dioptimalkan untuk bekerja bareng agen AI seperti OpenClaw, yang memang dirancang untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas rumit secara mandiri.
Meski saat ini sebagian besar pendapatan Zhipu masih datang dari pasar domestik, perusahaan ini punya ambisi besar untuk ekspansi global. CEO Zhang Peng sempat bilang kalau pendapatan dari luar negeri mulai menunjukkan perkembangan positif. Walaupun begitu, Zhipu memang belum secara langsung bersaing dengan model-model AI dari AS di pasar konsumen internasional.









Tinggalkan komentar